halowisata.com merupakan portal informasi berbagai tujuan wisata menarik dan viral dikalangan masyarakat serta populer diseluruh penjuru indonesia , dimana anda dapat menjadikan halowisata.com sebagai refrensi akan kemana anda dan keluarga ingin menikmati liburan bersama

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Liburan yang selalu identik dengan kata-kata pantai. Siapa sh yang gak suka sama yang namanya pantai? Apalagi kalau liburannya ke Kota Istimewa ini, jangan puas kalau cuma maennya ke Parangtritis hehe. Kurang greget! Kalau kalian pernah tinggal di Jogja, kalian pasti paham betul dengan pantai-pantai yang pesonanya lebih amazing dari pantai selatan kota. Pantai yang benar-benar akan membuat kalian berdecak kagum. Yups, pantai ini sebenarnya terletak di deretan pantai di Kabupaten Gunung Kidul. salah satu diantaranya yaitu Pantai Timang Gunung Kidul.

Pantai Timang terletak di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Rute perjalanan menuju Pantai Timang cukup lancar, kalian dapat melalui jalur Yogyakarta-Wonosari-Desa Tepus sekitar kurang lebih 2 jam. Setelah kalian sampai di Tugu Desa Tepus, kalian akan masuk ke desa tersebut dan menempuh jarak kurang lebih 4 km, namun setengah dari perjalanan kalian akan merasakan sensasi jalan berbatu (berkarang), mungkin bagi pecinta offroad jalur ini akan sangat menarik dan mengasyikkan.

Pantai Timang adalah salah satu pantai yang tak hanya menawarkan keindahan alamnya saja, namun juga menawarkan pengalaman seru dan menguras adrenalin. Pantai ini cocok banget buat para wisatawan pecinta aktivitas yang memacu adrenalin. Walaupun Pantai Timang belum setenar Pantai Indrayanti, Baron, atau deretan pantai lainnya di Kabupaten Gunung Kidul, tetapi pantai ini mempunyai ciri khasnya sendiri untuk membuat para wisatawan datang dan menikmati suguhan yang ada. Suguhan itu berupa kereta gantung atau yang lebih dikenal dengan sebutan “gondola”. Gondola ini dipasang dari tepian bukit menuju sebuah pulau karang di tengah laut yang memiliki panjang kurang lebih 100 meter. Sebenarnya, kereta gantung atau gondola ini bukanlah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk kegiatan wisata. Gondola tersebut dibuat sejak tahun 1997. Pada awalnya gondola digunakan nelayan untuk memudahkan mencari lobster di Pulau Watu Panjang. Tapi jangan dikira kalau gondola disini adalah gondola modern dengan berbagai peralatan canggih yang menyertainya. Gondola ini dibuat dari kayu yang dibentuk kotak dengan tempat duduk di tengahnya dan dibagian pinggir dikelilingi dengan kayu yang bertujuan untuk mengamankan penumpang. Tali yang terbentang dari pulau timang ini menggunakan tali dadung. 

Meski usianya sudah tua, pengelola Pantai Timang selalu melakukan pengecekan berkala untuk menjaga keamanan gondola tersebut. Bagi para wisatawan yang ingin menguji nyali dengan menaiki gondola kayu, kalian harus mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pengelola minimal sehari sebelumnya. Pengecekan tersebut dilakukan agar gondola aman bagi para wisatawan.

Namun jika diantara kalian hanya ingin melihat bagaimana gondola itu dijalankan, maka datanglah pada pukul 4 sore, karena pada pukul itulah para nelayan menyebrang untuk mengambil hasil lobster mereka. Tak hanya melihat para nelayan menyebrang tetapi kalian dapat mencicipi rasa dari lobster tersebut, yang pastinya tidak gratis haha, biaya yang dipungut sekitar Rp.200.000 untuk empat orang penikmat lobster. Patikan Jangan sampai anda melewatkan berbagai pengalaman disana. Travelling is My Life!

Ayu Anggraeni

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib