halowisata.com merupakan portal informasi berbagai tujuan wisata menarik dan viral dikalangan masyarakat serta populer diseluruh penjuru indonesia , dimana anda dapat menjadikan halowisata.com sebagai refrensi akan kemana anda dan keluarga ingin menikmati liburan bersama

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]



Lawang Sewu itu apa sih? Jadi, dalam bahasa Jawa Lawang Sewu artinya “Lawang” itu Pintu, Sewu artinya seribu. Bisa dibayangkan bahwa bangunan tersebut memiliki banyak pintu. Tempat ini adalah bangunan peninggalan kuno yang dulunya nggak lepas dari sejarah perkeretaapian di indonesia karena dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS), yaitu perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia.
Bangunan ini berlokasi di Komplek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah. Langsung menghadap ke arah Taman Wilhelmina yang sekarang lebih dikenal sebagai komplek Tugu Muda. Penduduk Semarang memberinya nama “Lawang Sewu” (pintu seribu), mengacu pada pintu pintunya yang sangat banyak, yang sebenarnya memiliki 429 pintu dengan daun pintu lebih dari 1200. Sebagian pintunya memiliki 2 daun pintu, sebagian lagi memiliki 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun dengan engsel, ditambah lagi dengan 2 daun pintu jenis sliding door/pintu geser. Semua bahan bangunan didatangkan dari Eropa kecuali batu bata, batu alam dan kayu jati.
Untuk memasuki bangunan ini, pengunjung hanya dikenai biaya Rp.10.000/dewasa, Rp.5.000/pelajar dan anak-anak. Tarif tersebut cukup murah untuk menikmati keindahan bangunan dan terjangkau oleh semua golongan. Jam kunjung disini mulai dari 07.00-21.00 WIB. Ketika memasuki kawasan lawang sewu disambut dengan bangunan bersejarah yang dihiasi oleh menara kembar model gothic dan bangunan itu terbagi menjadi dua area, memanjang kebelakang yang mengesankan kokoh, besar dan indah. Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Nggak heran jika berada di sana, kamu akan merasakan arsitektur gaya Belanda. Karena lawang sewu merupakan bekas lokasi perkeretaapian maka disana juga terdapat sebuah kereta api peninggalan Belanda dengan segala keeksotisan dan keindahannya. Maka banyak juga pengunjung memanfaatkan Lawang Sewu ini sebagai salah satu tempat foto Pre Wedding.
Bangunan yang menjadi saksi bisu kelamnya masa penjajahan Belanda, membuat Lawang Sewu menjadi tempat yang penuh misteri di Jawa Tengah. Terlebih lagi, bangunan itu juga menjadi saksi sejarah tempat bertempurnya para pahlawan tanah air untuk mengusir para serdadu Jepang yang terakhir berkuasa. Jangan khawatir tersesat ataupun kebingungan ketika di Lawang Sewu, disana tedapat banyak informan dan guide yang siap menemani pengunjung.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib